Tampilkan postingan dengan label International Destination. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label International Destination. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Februari 2019

Sightseeing Osaka Castle - Keren Ada Karya Seni dari Daun Gugur!

Kalau kamu bisa ke Jepang, pengennya datang pas musim apa gaes? Ada yang bilang ke Jepang itu paling pas waktu musim semi karena banyak bunga sakura bermekaran. Tapi kamu tau gak kalau masing-masing musim di Jepang itu sangat unik dan punya ciri khas tersendiri, salah satunya musim gugur. Saat musim gugur di Jepang tiba, dedaunan berganti warna dari hijau segar menjadi merah atau kuning dan akhirnya gugur dari pohonnya. 

Momiji yang berwarna kemerahan

Nah karena banyak daun yang gugur, jadi banyak tumpukan sampah dedaunan berserakan di jalanan. Namun kreativitas orang Jepang itu memang gak kira-kira gaes. Sampah ini bukan hanya disapu lalu dibuang ke tempat sampah, tapi diubah menjadi karya seni yang menakjubkan. Dedaunan gugur itu dibentuk menjadi pola tertentu sehingga menghasilkan karya seni daun kontemporer yang disebut dengan “Ochiba Art” atau “Seni Daun Jatuh". Wah ternyata untuk menghasilkan karya seni itu gak perlu mahal ya gaes!

Karya seni ini bisa kamu temuin di halaman atau trotoar jalanan di Jepang. Salah satunya di jalanan yang ada di Kastil Osaka. Kastil Osaka memang merupakan lingkungan yang selalu asri karena dipenuhi dengan pepohonan, salah satunya pohon maple. Ketika musim gugur tiba, tentunya akan banyak dedaunan musim gugur, yang oleh masyarakat Jepang disebut dengan momiji. Sebagian besar warna momiji adalah merah dan kuning. Di Kastil Osaka ini, sampah dedaunan itu dibentuk menjadi berbagai tulisan seperti tulisan “Welcome to Osaka”, “I Love You”, bahkan ada yang berbentuk beruang loh! Dengan adanya karya seni ini membuat pemandangan di sekitar Kastil Osaka menjadi makin indah dan menarik.

Bersama pohon maple, cantik bangeeeet!

Para seniman sedang membuat karya seni Ochiba Art

Banyak bunga-bunga cantik juga di Kastil Osaka

Tapi sayangnya karya seni ini gak bisa bertahan lama gaes. Begitu angin berhembus, lukisan dan tulisannya akan hilang oleh angin. Namun itu justru membuat karya seni ini menjadi lebih istimewa, para turis yang datang gak mau kelewatan untuk mengabadikan momen bersama Ochiba Art ini. Tips untuk kamu yang penasaran, aku saranin untuk datang pada pagi hari karena kamu sekalian bisa melihat proses pembuatan tulisan dan lukisannya juga.

Banyaknya turis yang mengantri untuk berfoto

Kastil Osaka

Tunggu apalagi, datang dan nikmati sendiri karya seni unik ini!

Senin, 11 Februari 2019

Main ke Kuil Kiyomizudera Yuk, Banyak Jajanan Gratis!

Gak heran kalau Kyoto dikenal dengan sebutan Kota Seribu Kuil, karena disini memang banyak terdapat kuil Buddha dan Kuil Shinto. Kalau sedang berkunjung ke Kyoto, pastikan kamu mampir ke salah satu destinasi populer yaitu Kuil Air Suci atau yang biasa disebut dengan Kuil Kiyomizudera. Kuil ini berada diatas bukit, jadi untuk mencapai bukit kamu harus melewati jalan menanjak. Tapi gak perlu khawatir gaes! Diperjalanan menuju kuil dijamin gak akan merasa bosan dan lelah karena sepanjang jalan banyak toko-toko yang menjual oleh-oleh Jepang serta restoran-restoran yang wajib kamu kunjungi! 

Gerbang utama Kuil Kiyomizudera

Ada yang menarik nih gaes, di tiap restoran atau toko disediakan banyak tester supaya kamu bisa nyobain berbagai macam jajanannya lho. Tak lupa disediakan ocha gratis juga untuk kamu yang datang berkunjung. Salah satu makanan atau jajanan yang bisa kamu beli di Kyoto yaitu Furikake. Furikake adalah bumbu kering Jepang yang digunakan sebagai taburan di atas nasi, sayuran, dan ikan. Furikake biasanya terdiri dari campuran ikan kering, biji wijen, rumput laut, gula, garam, dan micin hehe. Sejarahnya dulu furikake ini dinamain “Gohan no Tomo” yang artinya temannya nasi, karena emang cocok banget kalau dimakan pakai nasi. Rasanya pedas-pedas gurih gitu, lumayan cocok dengan lidah Indonesia, hehe.

Abis beli furikake~

Ada juga yatsuhashi atau kue manis khas Kyoto dari tepung beras. Yatsuhashi dibagi menjadi tiga jenis, yang paling tradisional menggunakan campuran tepung beras, gula dan kayu manis. Adonan yang terbuat dari bahan-bahan ini diratakan, lalu dipanggang. Saat dicicip, rasa kayu manisnya akan menyebar ke mulut dari saat gigitan pertama. Enak banget!

Toko yang menjual yatsuhashi

Terakhir yang kamu gak boleh lupa beli kalau di Kyoto adalah aneka matcha nya. Ada es krim, mochi, bamkuhen, sampai bubuk matcha pun bisa kamu temukan disini. Pas banget buat dibawa pulang ke Indonesia.

Salah satu olahan matcha, es kriiimmmmm!

Selamat mencoba!

Kamis, 31 Januari 2019

Kuil Seribu Gerbang di Kyoto, Kece Abis!

Kalau kamu lagi main ke Kyoto, kamu bisa banyak menemukan tempat-tempat yang menarik. Salah satunya yaitu kuil Fushimi Inari Taisha dimana kuil ini adalah kuil Shinto di Jepang yang memuja Dewa Inari. Biasanya banyak yang berdoa kepada Dewa Inari untuk mendapatkan kesuburan panen, melancarkan bisnis, ketentraman keluarga, dan permintaan lainnya. Dewa Inari sering digambarkan dan diidentikkan dengan hewan rubah, sehingga banyak patung rubah yang dapat kamu temui di sekitar kuil. Patung rubah ini terkadang memiliki kunci di mulutnya, yang mewakili kunci gudang beras zaman dahulu.


Salah satu patung rubah di kuil Fushimi Inari Taisha

Disini kamu bisa melihat terowongan yang tersusun dari kumpulan gerbang merah yang disebut dengan torii. Untuk mengucapkan terima kasih kepada dewa kuil, pengunjung menyumbangkan torii saat keinginan mereka terkabul atau saat berdoa untuk kemakmuran. Taking banyaknya torii disini sampai diberi nama “Senbon Torii” yang artinya seribu gerbang. Di sisi kiri, terlihat nama donatur atau perusahaan yang menyumbangkan torii sedangkan di sisi kanan, kamu akan melihat tanggal saat torii disumbangkan. Biaya untuk membangun satu gerbang sekitar 180.000 hingga 1.300.000 yen. Mahal juga ya gaes haha.


Salah satu jenis torii yang dekat stasiun Inari

Senbon Torii, walau terowongan tapi pencahayaannya tetap bagus

Kalau terus mendaki sepanjang torii, kamu akan tiba di Okusha Hohaisho yaitu salah satu tempat berdoa, dimana ada sebuah batu yang disebut "Omokaru Ishi” yang artinya batu ringan atau berat. Katanya sih batu ini bisa memprediksi kemungkinan tercapainya sebuah keinginan. Kalau mau nyoba, pertama kali kamu memberi sumbangan kecil ke dalam kotak yang tersedia lalu buat keinginan di depan batu sebelum mengangkatnya. Kalau batu itu lebih ringan dari yang kamu pikirkan, keinginan kamu mungkin segera terwujud. Tapi, kalau batu itu lebih berat dari yang kamu pikirkan, keinginan kamu mungkin perlu waktu yang lebih lama untuk tercapai. Gimana? Tertarik buat nyoba?


Omokaru Ishi yang dipercaya bisa meramal

Kuil ini ramai banget setiap hari dengan pengunjung baik dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar mereka datang untuk berdoa, jadi biasanya di sekitar aula utama bisa ramai banget. Sebaiknya kamu datang lebih awal pada pagi hari kerja. Dijamin bakalan lebih puas menjelajahi jalur pendakian menuju kuil karena butuh waktu yang cukup lama untuk kamu bisa sampai di ujung gerbang.

Gerbang utama untuk menuju aula berdoa

Disekitar sini juga banyak jajanan lho, salah satunya taiyaki ini

Yuk liburan ke Jepang!

Ramen Halal Terenak di Osaka!

Pengen nyobain ramen asli Jepang tapi takut gak halal? Tenang aja, ada salah satu restoran yang menyediakan ramen halal di Osaka yaitu Ramen Honolu. Ramen ini tidak mengandung babi maupun alkohol. Jadi sangat aman untuk sobat muslim. 

Sertifikat halal Ramen Honolu

Restoran ini terletak di Naniwa Ward, Osaka. Hanya 10 menit berjalan kaki dari stasiun Namba. Saat tiba didepan restoran, terdapat daftar menu makanan yang tersedia. Harganya bervariasi, untuk ramen kisaran 900-1100 yen. Cara pesannya kamu tinggal pilih dan bayar makanannya lewat vending machine yang tersedia lalu berikan tiketnya ke staff yang ada. Selanjutnya kamu tinggal tunggu makanannya datang deh. Aku sendiri memesan Spicy Karaage Ramen seharga 1100 yen, untuk air minum disediakan air putih dingin yang gratis hehe. Di dalam restoran juga terdapat mushola untuk beribadah. Banyak pajangan berupa tanda tangan artis yang sudah pernah makan disini, ada juga pajangan berbagai bumbu khas Jepang. 

Suasana di dalam restoran

Disini kamu bisa langsung liat proses masaknya lho! Restoran nya tergolong cukup kecil, sehingga kamu kadang harus mengantri. Tapi gak perlu khawatir karena setelah nyobain ramen nya gak bakal nyesel makan disini! Kuahnya benar-benar lezat karena terbuat dari rebusan daging ayam yang dimasak selama 8 jam. Karaage nya apalagi, beuh juara banget! Gak perlu takut kepedesan, karena walaupun pesen ramen yang pedas, dijamin gak pedas buat kamu yang berlidah Indonesia haha. 

Spicy Karaage Ramen

Pelayanannya juga ramah, di dalam kamu bisa sambil ngobrol-ngobrol dengan sang punya toko lho! Jadi kalau kamu lagi di stasiun Namba, kamu bisa melipir dulu kesini, dijamin gak nyesal karena ramennya enaaaaakkkkk bangeeeettt!

Selasa, 29 Januari 2019

Menjelajah Gemerlapnya Dotonbori Malam Hari

Entah siapa tapi pernah ada yang bilang, jangan ngaku ke Osaka kalau belum foto di Glico Sign di Dotonbori. Kenapa harus Dotonbori? Karena disinilah pusat nya Osaka dimana banyak tempat wisata sejarah dan pusat perbelanjaan. Kalau naik subway Midosuji Line, bisa turun di stasiun Namba, kemudian jalan sedikit lalu nyebrang, udah sampai di Dotonbori. 

Jalanan di pusat perbelanjaan di Dotonbori

Disini banyak toko-toko pakaian dan pernak-pernik yang tergolong murah, tapi kalau mau beli barang yang memang punya "brand", kamu bisa jalan sedikit ke daerah Shinsaibashi Shopping Arcade. Di Dotonbori terdapat restoran kepiting Kani Doraku yang cukup besar, okonomiyaki dan takoyaki-nya juga juara karena memang Osaka sering dibilang surga kuliner. Harga makanan di Osaka cenderung lebih murah jika dibandingkan wilayah Tokyo.

Sungai Dotonbori dan Glico Sign

Dotonbori adalah wilayah yang tak pernah sepi pengunjung. Begitu padat apalagi saat malam hari. Banyak wisatawan yang datang baik dari dalam maupun luar negeri bahkan untuk sekadar menyicipi makanannya. Gemerlap lampu-lampu neon berukuran besar menghiasi berbagai toko dan restoran di tepi Kanal Dotonbori. 

Gak perlu takut nyasar, ada peta informasi Dotonbori untuk para turis

Selain tempat nyobain kuliner khas Osaka, di Dotonbori juga bisa menikmati pemandangan dari perahu motor. Perahu motor ini akan membawa kamu menelusuri sungai Dotonbori.

Suasana diatas perahu motor

Pelayaran memakan waktu sekitar 20 menit. Disarankan untuk ikut tur malam hari karena dari atas perahu akan terlihat lampu-lampu indah yang menghiasi Osaka.

Papan-papan iklan dan lampu-lampu yang menambah gemerlap Osaka

Selamat berlibur!

Minggu, 27 Januari 2019

Surganya Penggemar Pokemon di Osaka

Kalau kamu penggemar pokemon, sayang banget kalau ngelewatin destinasi satu ini saat di Jepang. Di Pokemon Center, kamu bisa temuin berbagai pernak-pernik pokemon dan segala hal yang berkaitan dengan pokemon. Mulai dari makanan, Poké ball, tas, boneka, perhiasan, sepatu, kaos, game, alat tulis, dan masih banyak lagi. Pokemon Center ini bisa kamu temukan di 11 lokasi yaitu di Sapporo, Tohoku (Sendai), Tokyo, Tokyo-Bay (Chiba), Yokohama, Nagoya, Osaka, Hiroshima dan Fukuoka. Tempat yang terinspirasi dari video game ini selalu ramai dengan pengunjung. Salah satu Pokemon Center yang cukup besar bisa kamu temuin di lantai 13 Daimaru Umeda Store, yang berdekatan dengan Stasiun Osaka dan Stasiun Umeda. Jika kamu sedang berada di Stasiun Osaka bisa ikuti aja petunjuk arah di stasiun ke arah Daimaru Building. 



Kalau masih bingung juga bisa langsung ke bagian Tourist Information, dijamin bakal dijelasin sejelas-jelasnya sama mbaknya hehe.



Untuk harganya sih tergolong cukup mahal, tapi kualitasnya jangan diragukan lagi, udah pasti bagus. Cocok buat kamu yang hobi mengoleksi hal-hal berbau Pokemon. Harganya bervariasi, untuk boneka harganya mulai dari 800 yen, untuk gantungan kunci harganya kisaran 400-800 yen. 


Sedangkan kalau ingin membeli tas, harganya rata-rata dimulai dari 3000 yen. Disini kamu juga bisa beli produk dari mesin kapsul Pokemon dengan harga 200-300 yen, produknya bermacam-macam mulai dari boneka, lampu, dan gantungan kunci. Kalau kamu gak sempat kesini, Pokemon Center ini juga bisa kamu temuin di bandara kok, salah satunya di Osaka Kansai Airport. Tapi memang tidak sebesar di tempat-tempat pusat perbelanjaan hehe.

Gimana? Tertarik untuk beli?

Halal Japanese Street Food - Kansai Area (Osaka, Kyoto)

Buat teman-teman yang doyan jajanan Jepang, pasti udah pada tau takoyaki kan? Makanan yang berbentuk bola-bola ini terbuat dari tepung terigu, didalamnya diisi dengan potongan gurita lalu digoreng dan diberi taburan ikan diatasnya serta saus takoyaki. Bulan lalu aku berkesempatan untuk nyobain berbagai jajanan Jepang di wilayah Kansai. Wilayah ini terutama di Osaka dan Kyoto adalah surganya makanan. Harga disini juga relatif lebih murah dibandingkan di Tokyo, karena persaingan yang ketat. Namun buat kamu yang Muslim bakal susah nemuin jajanan yang halal, karena beberapa jajanan memang mengandung buta niku alias daging babi hehe. Misalnya kalau kamu mau beli yakisoba, biasanya disini mengandung irisan daging babi, tapi ada juga yang enggak. Jadi sebaiknya tanya dulu ke penjualnya ya sebelum nyobain hehe. Berikut beberapa jajanan halal yang sempat aku cobain:

1. Takoyaki


Sebelum kamu beli takoyaki, kamu juga harus pastikan takoyaki yang kamu beli itu halal ya gaes, karena walaupun gak banyak, tapi ada beberapa gerai yang menjual takoyaki dengan campuran isian daging babi. Kebanyakan sih isinya gurita doang, hehe. Kalau kamu beli takoyaki di jepang biasanya bakal dikasih sumpit, nah saran aku sebelum kamu makan, lebih baik takoyakinya dilubangi dulu dengan sumpit, jangan pernah makan langsung bulat-bulat karena walaupun kulit luar takoyaki gak terlalu panas tapi isian di dalamnya bisa jadi masih panas banget. Aku adalah korban makan takoyaki bulat-bulat yang membuat mulut rasanya kayak kebakar hahaha. Seporsi takoyaki isi 6 buah biasanya harganya sekitar 300 yen.

2. Tofu Steak


Daerah Kyoto itu terkenal banget sama tahu nya. Salah satu olahannya adalah dijadikan tofu steak. Jajanan satu ini benar-benar harus kamu cobain kalau main ke Kyoto. Tahu nya dipanggang kemudian dikasih potongan ikan diatasnya dan saus. Rasanya mirip-mirip takoyaki sih. Gurih terus tahunya juga lembut. Seporsi biasanya harganya sekitar 300 yen.

3. Taiyaki


Taiyaki ini adalah jajanan kue yang bentuknya ikan dan terdiri dari berbagai macam isian. Biasanya yang paling populer itu isian kacang merah. Isian lain nya itu ada custard, matcha, keju, cokelat dan keju. Kalau kamu suka yang manis-manis, harus banget nyobain ini. Selama aku nyobain jajanan Jepang, ini yang paling favorit hehe. Kadang ada juga yang ditambahin es krim diatasnya. Harga taiyaki ini sekitar 250 yen.

4. Matcha Ice Cream dan Mochi


Ini juga selalu jadi favorit kalau ke Kyoto. Ditempat-tempat wisata seperti di Kiyomizu-dera di Kyoto biasanya banyak yang menjual oleh-oleh, salah satunya Green tea mochi. Gak perlu khawatir untuk bawa pulang karena olahan ini bisa tahan hingga berbulan-bulan. Olahan matcha di jepang biasanya gak terlalu manis bahkan kebanyakan gak manis sama sekali. Tapi rasa matcha nya emang juara banget. Selain mochi nya kamu juga bisa nyobain es krim matcha. Paling pas dimakan waktu winter karena es krimnya gak bakal meleleh haha. Untuk satu buah es krim matcha biasanya harganya sekitar 500 yen, sedangkan untuk mochi nya satu kotak kisaran 750 yen.

Nah itu dia jajanan street food di Jepang yang halal, sempat nyobain semacam grilled crab stick gitu tapi lupa nama dan harganya hehe. Selamat nyobain ya!