Halo, sesuai janji di Part I, jadi aku mau lanjutin ceritanya. Wanita sejati ga pernah ingkar janji dan minum rasa-rasa. Setuju?
Oke, kemarin nyampe mana yak? Bali? Iya bener. Sebenarnya sih masih mau ngelanjutin ke Indonesia bagian Timur tapi berhubung waktunya udah mepet banget buat masuk sekolah awal dikelas 3 jadinya aku urungkan niat buat ke Raja Ampat. Jadi, next stop kali ini di Kertosono tempat saudaraku lebih tepatnya keluarga dari pihak kakek.
Langsung aja yah, kami bergerak dari pagi dengan rute penginapan yang di Kuta menuju Denpasar deket terminalnya (lupa nama terminalnya). Sesampainya di terminal, kami pun naik bis menuju ke Gilimanuk. Sesampainya di gilimanuk, kami sempat ngemper bentar di pelabuhan menunggu ferry untuk menyebrang selama 2 jam.
Singkat cerita, ferry pun datang. Dan tahukan anda? Ketika ferry datang kami langsung diserbu dengan puluhan anak anak. Sempat bingung sih soalnya waktu kesini gak ada yang kaya beginian. Ternyata karena kemarin nyampenya malem dan ini cuma ada di pagi, siang dan sore hari. Aku sempat kaget ngeliat anak-anak terjun dari ferry ke lautan. Ngeri banget dah kalo ingat daku ga bisa renang haha.
Langsung aja yah, kami bergerak dari pagi dengan rute penginapan yang di Kuta menuju Denpasar deket terminalnya (lupa nama terminalnya). Sesampainya di terminal, kami pun naik bis menuju ke Gilimanuk. Sesampainya di gilimanuk, kami sempat ngemper bentar di pelabuhan menunggu ferry untuk menyebrang selama 2 jam.
Singkat cerita, ferry pun datang. Dan tahukan anda? Ketika ferry datang kami langsung diserbu dengan puluhan anak anak. Sempat bingung sih soalnya waktu kesini gak ada yang kaya beginian. Ternyata karena kemarin nyampenya malem dan ini cuma ada di pagi, siang dan sore hari. Aku sempat kaget ngeliat anak-anak terjun dari ferry ke lautan. Ngeri banget dah kalo ingat daku ga bisa renang haha.
“Mbak kasih dong mbak..” katanya dengan muka memelas. Sempat bingung, lalu aku alihkan pandangan ke sudut pelabuhan yang lain. Keliatan disitu bule-bule lagi pada sibuk ngelemparin koin. Jadi, para turis melempar uang koin ke lautan, terus anak-anak ini akan terjun ke laut lalu berenang buat ngambil koinnya. Salut. Aku bangga sama mereka yang mau bekerja keras kaya gini. Padahal ini sangat beresiko. Kita gatau apa yang ada didalam lautan sana. Mungkin hiu, paus, atau bahkan ular laut (apaan dah) namun yang paling parah adalah baja baja dan kayu yang jadi penyangga pelabuhan. Gak bisa ngebayangin gimana kalo anak-anak itu pada loncat terus kepalanya ga sengaja kebentur tiang penyangga itu. Hiiiii.
Makanya jadi ga tega buat ngelemparin duit ke laut. Jadi kasih aja langsung ke dia. “ini dik, ambil saja” kataku sambil naruh tu duit ketangan dia. “Makasih mbak..” katanya.
Lanjuuuut! Ferry pun mulai berjalan. Sepanjang perjalanan kami memanjakan mata dengan melihat lautan lepas tak bertepi. Dengan menempuh perjalanan kira-kira 2 jam, kami pun sampai di Ketapang dengan selamat. Dan langsung lari sampai ngos-ngosan biar gak ketinggalan kereta. Setelah nyampe stasiun, kamipun langsung beli tiket. Gak perlu nunggu lama, keretanya udah dateng. Yahh, namanya juga backpacker pasti naiknya yang ekonomi, hahaha. Kalo disini gak perlu khawatir gak dapet tempat duduk, pasti bakalan dapet kok soalnya ini kan stasiun paliiiiiing ujung dari pulau jawa alias pemberhentian terakhir. So, kalau mau berangkat pun pasti keberangkatan paling awal.
Selama dikereta tak begitu banyak yang bisa diceritakan. Buat yang belum pernah ngerasain naik ekonomi harus nyoba! Seru looh, ga kaya bisnis atau eksekutif yang sepi dan hening. Di ekonomi banyak penjual, pegamen, copet bahkan preman yang bekeliaran! Kalian ga bakal pernah bosen selama dikereta. Mau makan ga perlu ke kantin dulu soalnya banyak penjual mulai dari ngejual makanan, mainan, stiker, alat elektronik, alat masak, pulsa, buku, sampai peci dan mukena. Komplit deh! Mau tidur juga ga mungkin karena kalian harus ngejagain barang kalian. Tertidur sebentar aja udah bisa bikin kalian kehilangan barang-barang. Buat tips aja, kalo naik ekonomi jangan berangkat sendirian jadi kalau ketiduran ada yang bangunin. Kalo pergi sendiri cobalah bergaul dengan orang sekitar, diajak ngobrol biar kalian gak kesepian. Biasanya orang ekonomi lebih asik diajak ngobrol daripada orang bisnis maupun eksekutif yang biasanya jual mahal. Aku aja sempat terkagum-kagum. Waktu lagi nonton Barca (kalo ga salah sih lagi lawan MU) pake hape tipi punya abang, ehh penumpang yang lain pada mau ikutan. Bahkan, petugasnya pun ikutan nonton. Jadilah selama dikereta kami nonton bareng satu gerbong walaupun hanya menggunakan hape tipi yang layarnya ga nyampe 4 inci dan penuh semut serta sinyal yang ilang timbul karena keluar masuk hutan. Namun semuanya keliatan bahagia. Apalagi waktu Barca nyetak gol. Semua pendukung Barca di gerbong itu langsung teriak termasuk aku. Udah berasa kaya keluarga aja, kerasa banget kebersamaannya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam, kami pun tiba distasiun Kertosono. Saat itu waktu menunjukkan pukul 1 pagi. Cuma tanteku yang pernah kesini. Masalahnya karena udah lama ga kesini doi jadi lupa dimana rumahnya. Dari stasiun kami naik becak. Dan ajaibnya, kami berhasil menemukan rumahnya.
Tok..tok..tok..
Ga ada yang menyahut, mungkin karena masih pada tidur. Setelah tanteku menelepon orang didalem rumah, akhirnya ada suara pintu kebuka. Dan muncul seorang wanita yang ga terlalu tua, hmm umurnya sekitar setengah abad. Beliau itu budeku. Akhirnya kamipun dipersilahkan masuk. Rumah yang begitu sederhana. Karena udah jam segini, kami semua pun tidur, kecuali aku yang nonton Piala Dunia (kalo ga salah Jerman yg lagi main) sampai pagi, ehehehe.
Paginya, sesudah sarapan, kami diajak untuk berkeliling kebun. Kebunnya terletak disebelah Tanggul Kali Brantas. Ada ubi, jagung, dll.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam, kami pun tiba distasiun Kertosono. Saat itu waktu menunjukkan pukul 1 pagi. Cuma tanteku yang pernah kesini. Masalahnya karena udah lama ga kesini doi jadi lupa dimana rumahnya. Dari stasiun kami naik becak. Dan ajaibnya, kami berhasil menemukan rumahnya.
Tok..tok..tok..
Ga ada yang menyahut, mungkin karena masih pada tidur. Setelah tanteku menelepon orang didalem rumah, akhirnya ada suara pintu kebuka. Dan muncul seorang wanita yang ga terlalu tua, hmm umurnya sekitar setengah abad. Beliau itu budeku. Akhirnya kamipun dipersilahkan masuk. Rumah yang begitu sederhana. Karena udah jam segini, kami semua pun tidur, kecuali aku yang nonton Piala Dunia (kalo ga salah Jerman yg lagi main) sampai pagi, ehehehe.
Paginya, sesudah sarapan, kami diajak untuk berkeliling kebun. Kebunnya terletak disebelah Tanggul Kali Brantas. Ada ubi, jagung, dll.
lagi dikebun..
Ehm, abis itu ngapain lagi yah? Oya, kamipun mengunjungi rumah tetangga dan saudara lain. Kami datang langsung disuguhi berbagai makanan.
Baiklah, saat sudah larut malam kamipun pulang kerumah, dan tidur untuk melanjutkan petualangan keesokan harinya. Keesokan harinya, sehabis mandi, kami pun sarapan. Uhm, menu hari ini nasi goreng, enak. Abis sarapan, waktunya melanjutkan petualangan. Dengan 2 buah sepeda tua kami menyusuri jalanan di Kertosono. Minum es kelapa, makan tahu bulat, roti, dan lain sebagainya. Kami juga ke pasar buat beli oleh-oleh berupa kuda lumping warna hitam, merah, dan pink haha. Banyak juga sih kerajinan tangan lainnya, ada kipas, lukisan, dll.Sampai dirumah udah sore. Yahh, harus hemat energi buat ngelanjutin perjalanan panjang esok hari. Berat untuk meninggalkan kota ini. Yap! Begitu sederhana, tapi begitu istimewa dan berkesan. Semoga lain waktu bisa main kesini lagi.
Baiklah, saat sudah larut malam kamipun pulang kerumah, dan tidur untuk melanjutkan petualangan keesokan harinya. Keesokan harinya, sehabis mandi, kami pun sarapan. Uhm, menu hari ini nasi goreng, enak. Abis sarapan, waktunya melanjutkan petualangan. Dengan 2 buah sepeda tua kami menyusuri jalanan di Kertosono. Minum es kelapa, makan tahu bulat, roti, dan lain sebagainya. Kami juga ke pasar buat beli oleh-oleh berupa kuda lumping warna hitam, merah, dan pink haha. Banyak juga sih kerajinan tangan lainnya, ada kipas, lukisan, dll.Sampai dirumah udah sore. Yahh, harus hemat energi buat ngelanjutin perjalanan panjang esok hari. Berat untuk meninggalkan kota ini. Yap! Begitu sederhana, tapi begitu istimewa dan berkesan. Semoga lain waktu bisa main kesini lagi.





